Spiga

Antara Michael Buble (baca: babel) dan Michael Buble (baca: buble)


Menilai kesalahan seseorang memang sangat..sangat gampang sekali. Segampang membalikan kedua telapak tangan. Seperti pagi ini, terjadi perdebatan kecil (sebetulnya lebih tepat pergunjingan kecil siih) di dalam CB. Kita bertiga (sebetulnya yang menjadi oknum pergunjingan massal cuma dua orang, aku hanya numpang dengar dan ngasih masukan kosakata celaan yang baru) kembali mempersoalkan kesalahan demi kesalahan seseorang. Dari soal Michael Buble yang nekat dilafalkan maikel bable bukannya maikel buble (seandainya Michael Buble denger, pasti dia bakal protes berat, masak namanya disamain dengan balon, padahal balon = pengaman, berarti balon pengaman dong.. :)
Kemudian pergunjingan massal pun berlanjut ke soal Lindsay Lohan dibaca linsay lohan, terus Trisha Yearwood dibaca trisna yeawud. Bahkan pergunjingan massal ini merembet ke wilayah ad-lips segala. Soal ad-lips Entrasol Diet Pack dibaca entrasol diet pak. Waaah..pokoknya jadi blunder niih..jadi bayes (teks aslinya sih bias tapi karena sering denger bayes, jadi ikutan daah)..makanya kalo udah kaya gini aku jadi pengen cepet-cepet pergi ke toyalet (toilet maksudnya..WKKKKK..!!!)

Bukan Lucky Man Apalagi Lucky Widja (Cowoknya Rasty :)

Waaah..mungkin aku bukan ditakdirkan untuk menjadi seorang "lucky man" secara cuman aku sendiri yang tidak kebagian jatah "makan gaji buta" gara-gara ganti FM Power Amplifier. Secara sejak kemarin malam sampai tadi sore, banyak yang kena jatah :
  1. Datang ke studio;
  2. Terus masuk ke CB;
  3. Terus pura-pura terkejut (pas dikasih tau pemancar OFF);
  4. Terus menarik nafas panjang dan pasang tampang kecewa (mode ON);
  5. Terus dengan terpaksa kasih signature di RS;
  6. Terus kasih note, "Ko pemancar OFF, ga bilang-bilang";
  7. Terus keluar dari CB dengan langkah gontai menuju ruang dalam;
  8. Terus tiap kali ketemu orang, masih membahas soal yang sama (Ko pemancar OFF, ga bilang-bilang);
  9. Terus nge-net bentar (lama juga ga ada yang ngelarang ;)
  10. Terus ngelakuin apa ajah buat buang waktu;
  11. .............dst.

...BRRRRRPPP...

BRRRRRRRRRP....akhir-akhir ini ngerasain kalo cuaca bener-benar lagi ga bisa diajak temenan nih, kalau malem dingin banget!! Abis bawain Liku-Liku Laki-Laki ma Faris (yang enggak banget, secara kita ber-2 sukanya ngasih tips yang jelas-jelas ngawur, sesuai dengan jargon kita "Mengatasi Masalah, Tambah Masalah") masih ditambah over-time 2 jam pula. Menyusuri jalanan kota Yogyakarta di pagi-pagi buta, bener-bener butuh perjuangan. Dinginnya bener-bener menusuk tulang, bener-bener menggerogoti rongga paru-paruku lagi.

CONGRAT

Malam itu (28/6) aku sedikit terhenyak. Saat sebuah "short message" masuk dalam in-box ku. Satu message yang cukup singkat, "MENIKAH : Deddy Permadi dengan Aranita Sri Susanti Mengko, tgl 28 Juni 2008 di Subang, Jawa Barat. Mohon doa restunya kawan"

Sejenak aku tertegun, mencoba menelaah dengan pikiran jernih. Tapi dalam hati tetap bergumam, "Ney anak gak salah minum obat kan?" Sebetulnya bukan karena meragukan niat mulianya, tapi terbersit perasaan tak percaya aja. Yakin nih anak emang udah siap? Udah bisa jadi imam buat istrinya? Udah bisa kasih nafkah bathin dengan baik? Secara kalo nafkah lahir, aku percaya dia udah mampu. Tapi..well..apapun itu, CONGRAT ajah buat lo sobat..